Jumat, 11 November 2016

Eksperimen dengan Batang Tanaman Kopi

Eksperimen dengan Batang Tanaman Kopi

Untuk mengalihkan sebentar dari hiruk pikuk dimedia, disosmed, tulisan tulisan liar, copas copas liar yang kita tidak tahu kebenarannya,  terkait dengan Ahok…. ; saya bereksperimen dengan batang tanaman kopi.

Eksperimen ini berhubungan dengan organ oleptik yaitu terkait dengan rasa…., yaitu rasa (rasa dilidah/rasa dimulut) rasa rokok ketika melewati gM-Pirotek 

Di depan rumah tetangga ada tanaman kopi yang sudah bertahun tahun, karena tidak produktif tanaman kopi itu ditebang dan dibuang di tempat sampah. Karena teksturnya menarik perhatian saya, saya ambil sebagian untuk dibuat menjadi gM-Pirotek.

Di pojok pertigaan sawojajar, ada pohon beringin yang sudah tua ditebang karena akan dibuat pelebaran jalan. Saya mengambil sebagian cabang pohon beringin tsb untuk dibuat menjadi gM-Pirotek.

Di samping pos kamling dekat rumah, ada pohon sirsak dan pohon kayu putih bunga merah yang cabangnya ada yang mengering. Iseng iseng cabang yang telah kering.. saya ambil sebagian untuk dibuat menjadi gM-Pirotek.

Di dapur rumah… ada keranjang bekas tempat parsel hari raya berbahan rotan. Saya preteli keranjang tersebut, saya ambil sebagian untuk dibuat menjadi gM-Pirotek.

Di depan rumah ada tanaman serut yang ditanam di pot besar. Agar terlihat rapi… maka rutin cabang cabangnya dipotong. Sebagian cabang saya ambil untuk dibuat menjadi gM-Pirotek.

Di lapangan fasum tepat disamping rumah, ada tanaman klengkeng yang sudah memulai berbuah. Ada cabang yang dipotong karena mengganggu jalan. Sebagian cabang saya ambil untuk dibuat menjadi gM-Pirotek

Kemudian memulai eksperimen…, gM-Pirotek kayu asem (yang sudah saya produksi, yang sekarang sudah menyebar di 20 kota), gM-Pirotek kayu sirsak, kayu serut, kayu putih, kayu kopi, kayu beringin, kayu klengkeng, rotan kemudian diproses dimasukkan teknologi biofilter dan teknologi lainnya (lihat kembali tulisan difb atau di http://gm-produk.co.id/ ).

Kemudian saya coba sendiri masing masing gM-Pirotek mulai dari kayu asem, kayu kopi sampai kayu rotan. Saya ulang ulang menghisap asap rokok melalui gM-Piotek. Kemudian saya membuat datanya menggunakan kategori (1 = tidak enak, 2 = lumayan, 3 = enak, 4 = uuueenaaak).

Saya ulangi terus merasakan rasa dari asap rokok tersebut. Kemudian datanya saya analisis menggunakan uji non parametrik kruskall Wallis (memang data ini subjektif… karena hanya saya sendiri yang mencoba merasakan, berikutnya akan saya kembangkan untuk dicoba/dirasakan oleh banyak orang).

Dan kesimpulannya… bahwa beberapa kayu yang digunakan menjadi gM-Pirotek mempengaruhi rasa dari rokok, dan yang paling uuenak dan lebih nikmat (maksud enak adalah terkait dengan rasa) menurut saya adalah gM-Pirotek kayu kopi.

Bagi yang belum mengetahui tentang gM-Pirotek…..; gM-pirotek adalah pipa rokok kretek yang terbuat dari kayu buatan tangan saya sendiri, yang  merupakan aplikasi dari hasil penelitian tentang biofilter rokok dalam rangka menangkap radikal bebas pada asap rokok…, sehingga asap rokok menjadi lebih berkualitas dan lebih sehat. 

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 6 November 2016)

Satu lagi produk “gM-Gabasrotek”


Saran dari beberapa teman dan para kolega berkaitan dengan produk yang saya kenalkan kemarin yaitu gM-TeraBace (fb 10 oktober 2016), beberapa teman menyarankan lebih baik memproduksi gabusnya saja…. karena banyak yang sudah penasaran akan manfaatnya.

gM-Gabasrotek, singkatan dari “gabus penangkap radikal bebas asap rokok kretek”, dimana gabus ini mempunyai kemampuan menangkap radikal bebas asap rokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap rokok yang sudah melewati gabasrotek menjadi lebih bermanfaat untuk kesehatan.

Ada 2 jenis gM-Gabasrotek. Ada gM-Gabasrotek-K dang M-Gabasrotek-S.

gM-Gabasrotek-K terbuat dari bahan gabus kelapa dan diinjeksi beberapa bahan (kopi, kurma, zaitun, delima, kelor dll). 100 persen alami, dibuat secara manual (seperti pada tulisan di Fb 5 oktober 2016).

gM-Gabasrotek-S terbuat dari selulosa asetat (sudah pabrikan/gabus rokok yang umum ada dipasaran) kemudian diinjeksi dengan beberapa bahan hasil penelitian (seperti yang sudah saya tulis).

gM-Gabasrotek ini hadir sebenar terdorong oleh motivasi bagaimana ikut mencarikan solusi atas permasalahan bangsa yang terkait dengan kearifan lokal yang merupakan  karya nenek moyang dan merupakan  produk budaya…….,  yaitu tentang rokok kretek (yang selalu mendapat sorotan dan isu isu terkait dengan masalah kesehatan), sehingga perlu mendapatkan perhatian dan upaya untuk dicarikan solusinya untuk tetap LESTARI, (bukan justru dimatikan).

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 16 Oktober 2016)