Rabu, 28 September 2016

Mempresentasikan gM-Pirotek di Makasar…

Mempresentasikan gM-Pirotek di Makasar…

Sudah lima tahun ini penelitian tentang biofilter asap rokok dipresentasikan diberbagai forum ilmiah…, mulai dari analisis fisikanya dari berbagai bahan yang digunakan (biji kurma, daun zaitun, daun & kulit delima, kelor, kopi, tembakau, cengkeh) sampai pada pengaruhnya terhadap organ tubuh mencit (histologi paru-paru, hati, darah, pancreas, kadar MDA, dan kualitas sperma).

Tapi kali ini (tgl 21 september 2016) di Makasar dalam International Conference on Theoretical and Applied Physics dan Simposium Fisika Nasional Ke-29,  Saya mengenalkan “gM-pirotek” yang merupakan aplikasi dari hasil penelitian biofilter, dengan menggunakan bahan tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur’an (Kurma, Zaitun, delima) dan tanaman lokal (kelor, kopi, cengkeh, dan tembakau).

Hasilnya menunjukkan bahwa  biofilter dari beberapa tanaman tersebut mampu menangkap beberapa radikal bebas pada asap rokok. Dan bahkan beberapa formula dari beberapa tanaman tersebut mampu menangkap semua radikal bebas pada asap rokok. Sehingga asap rokok menjadi lebih berkualitas, sehingga tidak merusak organ tubuh mencit dan pada beberapa hal tertentu justru menunjukkan bahwa mencit yang dipapar asap rokok dengan biofilter menunjukkan kondisi yang lebih sehat.

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Makasar 22 September 2016)

Jumat, 16 September 2016

Kampanye Anti Rokok…. “sudah sangat Keterlaluan”..

Kampanye Anti Rokok…. “sudah sangat Keterlaluan”..

Ketika anak saya yang nomer 3 (masih TK B) melihat iklan ditelevisi, tiba tiba dia bilang… “Bapak kalau rokok’an nanti tenggorokannya jadi bolong… kayak di TV”.

Melalui iklan tersebut, memang seolah olah merokok begitu bahayanya… tapi benarkah demikian..?, benarkah ketika iklan bilang bahwa kematian akibat merokok 400.000 orang pertahun ? Sementara belum pernah terdengar ada visum et repertum yang menyatakan kematian akibat rokok. Benarkah merokok akan menyebabkan kanker (seperti yang selalu dikampanyekan)..?
***

Mungkin ini perlu diketahui juga oleh para khalayak…
Woodrow Wyatt, peneliti dari Inggris dalam artikelnya di The Times, mengatakan bahwa orang yang merokok di Glasgow lebih sedikit dibandingkan di Bournemouth, Irlandia. Namun jumlah penderita penyakit jantung di Glasgow dua kali lipat lebih banyak dibanding di Bournemouth. Sementara masyarakat Yunani yang mendapat subsidi tembakau dari Uni Eropa, merupakan perokok terberat di dunia, namun angka rata rata penderita kanker baik pria maupun wanitanya terendah di negara negara Eropa.

Seorang ahli THT, Dr. James Le Fanu, memberikan saran kepada para perokok yang terserang batuk untuk tetap merokok dua batang sehari karena hal itu bisa menyembuhkan batuk. Menurut Dr James bahwa perokok punya resiko 50 persen lebih kecil terkena penyakit alZheimer (pikun) dan banyak perokok punya perlindungan lebih baik terhadap penyakit pikun.

The New England Journal of Medicine tahun 1985, memberika laporan bahwa perokok yang terkena kanker endometrik 50 persen lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Pada Jurnal The American Medical Association dijelaskan bahwa penyakit usus 50 persen justru lebih besar akan menyerang orang yang tidak merokok.

Pada Jurnal The American Government’s Heath and Nutrition Examination Survey, melaporkan bahwa kemungkinan pengeroposan tulang (osteoarthritis) yang menyerang perokok lima kali lebih rendah dibandingkan dengan bukan perokok.
***

Sedangkan tembakaunya banyak manfaatnya.
Prof. Mario Pezzotti dari Italia, dari bahan tembakau dihasilkan interleukin-10 yang merupakan cytokine antiradang. Cytokine adalah protein yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh agar aktif.

peneliti dari LIPI menemukan bahwa tembakau dapat menghasilkan protein anti kanker yang disebut GCSF (Growth Colony Simulating Factor). Selain itu tembakau juga dapat menghasilkan protein untuk obat HIV penyebab utama AIDS yang disebut griffithsin dll.

Dalam kearifan lokal nusantara…, tembakau dapat digunakan untuk melepas gigitan lintah, digunakan untuk gatal gatal, digunakan untuk obat korengan atau boro’an dll. Memang dari jaman dulu tembakau sudah dikenal sebagai obat. Tembakau bisa menetralisir racun dan mematikan bakteri bakteri pathogen tertentu. Rajangan daun tembakau dapat digunakan sebagai pestisida alami. Dalam tembakau terdapat Coenzym Q10 yang bermanfaat untuk obat kulit dan pemulihan sel sel otak, dan lain lain berbagai manfaat dari tembakau.

Jadi… kampanye anti rokok jangan keterlaluan….. (bisa menyesatkan…)

http://gm-produk.blogspot.co.id/

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 16 September 2016)

Senin, 05 September 2016

LIMUN SAPARILA VS COCA COLA…. ROKOK KRETEK VS ROKOK PUTIH

LIMUN SAPARILA VS COCA COLA…. ROKOK KRETEK VS ROKOK PUTIH
(Perang Tembakau.. Perang Nikotin… Perang Rokok…???)

Tiba tiba sambil rokok’an, pak tua itu bilang…. ‘ siapa yang bilang bahwa tembakau adalah zat adiktif  ?..., itu kan asumsi WHO…, kamu tahu… bahwa 90 persen ahli dari WHO bukan ahli kesehatan..”.

Pak Tua itu terus berkomentar……… “Upaya untuk mematikan industri rokok kretek sudah berlangsung sangat lama. Ini perlu diwaspadai oleh kita…, karena kalau tidak nasibnya bisa seperti minuman lokal limun Saparila yang gulung tikar setelah coca cola masuk ke negeri ini. Jika industri rokok kretek hancur, maka dapat dipastikan… produk rokok putih milik asing akan mendominasi pasar”.

“Mari kita lihat perusahaan tambang milik asing, mereka mendapatkan keuntungan yang sangat besar puluhan tahun, tapi sumbangannya ke negara tidak sebesar cukai rokok. Padahal kerusakan lingkungan dan kerusakan lainnya ditanggung oleh masyarakat setempat”.

“Ini kepentingan korporasi asing…, mungkin perusahaan perusahaan besar seperti Pfizer, Novartis, juga Glaxo Smith Kline yang pada tahun 90an membiayai secara penuh anggota WHO untuk membentuk World Health Organization’s Tobacco Free Initiative”.

“Kamu tahu, ada fakta mengenai bantuan Bloomberg untuk membiayai program anti rokok di negeri ini yang disalurkan ke sejumlah LSM, dan ini sudah menjadi rahasia umum bahwa Bloomberb bagi bagi uang… money politics”.

Pak Tua itu bilang bahwa “ada aliran dana asing dalam kampante anti rokok di tiga negara, yakni ke India sebesar 6 juta dollar AS, Indonesia sebanyak 4,2 juta dollar AS, dan China sebanyak 3 juta dollar AS. Blomberg misalnya mengeluarkan dana CSRnya sebesar 4.195.442 dollar AS untuk kampanye antirokok di Indonesia”.

“kata siapa merokok dapat menyebabkan kanker…?, atau meningkatkan resiko kanker ?”..; Penelitian kadang seringkali bukan sesuatu yang betul betul netral…, tetapi memang sengaja dibuat untuk memberikan pembenaran pada kesimpulan tertentu”. Rober Wood Johnsons Foundation mengeluarkan ratusan juta dollar untuk membiayai American cancer Society (ACS) dan Action on Smoking and Health (ASH) untuk tetap memperkuat bukti bahaya maut yang ditebar oleh tembakau”.

“dalam konteks ini, seorang peneliti menjadi tidak lebih dari sekedar the producers of lie, penebar kebohongan, juga the producers of fround, penebar penipuan. Ketika kebebasan akademik diinjak oleh kepentingan komersial dan atau kepentingan politics, maka menjadi hilanglah kebenaran sejati”.

“ini sebenarnya adalah perang… perang tembakau/perang rokok… yang pada akhirnya industri rokok kretek milik anak bangsa menjadi tergilas…; Sampoerna dibeli oleh Philip Morris, Bentoel dibeli oleh British American Tobacco (BAT) dll”.
“Mungkin hal terburuk, seandainya larangan merokok seperti dalam konvensi Who dilaksanakan…. maka akan terjadi peredaran rokok non-nicotine, save dissolvable cigarette, yang semakin menguasai…yang memang  jauh jauh hari sudah dipersiapkan oleh phillip morris. Dan yang akan terjadi juga adalah derasnya peredaran nicoderm dan nicorette yang sudah dipersiapkan sejak awal oleh perusahaan perusahaan farmasi seperti Johnson and Johnson”.

Jadi kalau kita kalah…. Maka rokok kretek akan digantikan oleh rokok produk mereka…., seperti kalahnya LIMUN SAPARILA yang telah digantikan oleh produk mereka yaitu COCA COLA.

Disarikan dari buku yang diterbitkan oleh Masyarakat bangga Produk Indonesia.


Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 4 September 2016)