Kampanye Anti Rokok…. “sudah sangat Keterlaluan”..
Ketika anak saya yang nomer 3 (masih TK B) melihat iklan
ditelevisi, tiba tiba dia bilang… “Bapak kalau rokok’an nanti tenggorokannya
jadi bolong… kayak di TV”.
Melalui iklan tersebut, memang seolah olah merokok begitu
bahayanya… tapi benarkah demikian..?, benarkah ketika iklan bilang bahwa kematian akibat merokok 400.000 orang pertahun ? Sementara
belum pernah terdengar ada visum et repertum yang menyatakan kematian akibat
rokok. Benarkah merokok akan menyebabkan kanker (seperti yang selalu
dikampanyekan)..?
***
Mungkin ini perlu diketahui juga oleh para khalayak…
Woodrow Wyatt, peneliti dari Inggris dalam artikelnya di
The Times, mengatakan bahwa orang yang merokok di Glasgow lebih sedikit
dibandingkan di Bournemouth, Irlandia. Namun jumlah penderita penyakit jantung
di Glasgow dua kali lipat lebih banyak dibanding di Bournemouth. Sementara
masyarakat Yunani yang mendapat subsidi tembakau dari Uni Eropa, merupakan
perokok terberat di dunia, namun angka rata rata penderita kanker baik pria maupun
wanitanya terendah di negara negara Eropa.
Seorang ahli THT, Dr. James Le Fanu, memberikan saran
kepada para perokok yang terserang batuk untuk tetap merokok dua batang sehari
karena hal itu bisa menyembuhkan batuk. Menurut Dr James bahwa perokok punya
resiko 50 persen lebih kecil terkena penyakit alZheimer (pikun) dan banyak
perokok punya perlindungan lebih baik terhadap penyakit pikun.
The New England Journal of Medicine tahun 1985, memberika
laporan bahwa perokok yang terkena kanker endometrik 50 persen lebih sedikit
dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.
Pada Jurnal The American Medical Association dijelaskan
bahwa penyakit usus 50 persen justru lebih besar akan menyerang orang yang
tidak merokok.
Pada Jurnal The American Government’s Heath and Nutrition
Examination Survey, melaporkan bahwa kemungkinan pengeroposan tulang
(osteoarthritis) yang menyerang perokok lima kali lebih rendah dibandingkan
dengan bukan perokok.
***
Sedangkan tembakaunya banyak manfaatnya.
Prof. Mario Pezzotti dari Italia, dari bahan tembakau
dihasilkan interleukin-10 yang merupakan cytokine antiradang. Cytokine adalah
protein yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh agar aktif.
peneliti dari LIPI
menemukan bahwa tembakau dapat menghasilkan protein anti kanker yang disebut
GCSF (Growth Colony Simulating Factor). Selain itu tembakau juga dapat
menghasilkan protein untuk obat HIV penyebab utama AIDS yang disebut
griffithsin dll.
Dalam kearifan lokal nusantara…, tembakau dapat digunakan
untuk melepas gigitan lintah, digunakan untuk gatal gatal, digunakan untuk obat
korengan atau boro’an dll. Memang dari
jaman dulu tembakau sudah dikenal sebagai obat. Tembakau bisa menetralisir
racun dan mematikan bakteri bakteri pathogen tertentu. Rajangan daun tembakau
dapat digunakan sebagai pestisida alami. Dalam tembakau terdapat Coenzym Q10
yang bermanfaat untuk obat kulit dan pemulihan sel sel otak, dan lain lain
berbagai manfaat dari tembakau.
Jadi… kampanye anti rokok jangan keterlaluan….. (bisa
menyesatkan…)
http://gm-produk.blogspot.co.id/
Wallahu a’lam
(aGUS MULyono, Malang 16 September 2016)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar