Jumat, 16 September 2016

Kampanye Anti Rokok…. “sudah sangat Keterlaluan”..

Kampanye Anti Rokok…. “sudah sangat Keterlaluan”..

Ketika anak saya yang nomer 3 (masih TK B) melihat iklan ditelevisi, tiba tiba dia bilang… “Bapak kalau rokok’an nanti tenggorokannya jadi bolong… kayak di TV”.

Melalui iklan tersebut, memang seolah olah merokok begitu bahayanya… tapi benarkah demikian..?, benarkah ketika iklan bilang bahwa kematian akibat merokok 400.000 orang pertahun ? Sementara belum pernah terdengar ada visum et repertum yang menyatakan kematian akibat rokok. Benarkah merokok akan menyebabkan kanker (seperti yang selalu dikampanyekan)..?
***

Mungkin ini perlu diketahui juga oleh para khalayak…
Woodrow Wyatt, peneliti dari Inggris dalam artikelnya di The Times, mengatakan bahwa orang yang merokok di Glasgow lebih sedikit dibandingkan di Bournemouth, Irlandia. Namun jumlah penderita penyakit jantung di Glasgow dua kali lipat lebih banyak dibanding di Bournemouth. Sementara masyarakat Yunani yang mendapat subsidi tembakau dari Uni Eropa, merupakan perokok terberat di dunia, namun angka rata rata penderita kanker baik pria maupun wanitanya terendah di negara negara Eropa.

Seorang ahli THT, Dr. James Le Fanu, memberikan saran kepada para perokok yang terserang batuk untuk tetap merokok dua batang sehari karena hal itu bisa menyembuhkan batuk. Menurut Dr James bahwa perokok punya resiko 50 persen lebih kecil terkena penyakit alZheimer (pikun) dan banyak perokok punya perlindungan lebih baik terhadap penyakit pikun.

The New England Journal of Medicine tahun 1985, memberika laporan bahwa perokok yang terkena kanker endometrik 50 persen lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Pada Jurnal The American Medical Association dijelaskan bahwa penyakit usus 50 persen justru lebih besar akan menyerang orang yang tidak merokok.

Pada Jurnal The American Government’s Heath and Nutrition Examination Survey, melaporkan bahwa kemungkinan pengeroposan tulang (osteoarthritis) yang menyerang perokok lima kali lebih rendah dibandingkan dengan bukan perokok.
***

Sedangkan tembakaunya banyak manfaatnya.
Prof. Mario Pezzotti dari Italia, dari bahan tembakau dihasilkan interleukin-10 yang merupakan cytokine antiradang. Cytokine adalah protein yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh agar aktif.

peneliti dari LIPI menemukan bahwa tembakau dapat menghasilkan protein anti kanker yang disebut GCSF (Growth Colony Simulating Factor). Selain itu tembakau juga dapat menghasilkan protein untuk obat HIV penyebab utama AIDS yang disebut griffithsin dll.

Dalam kearifan lokal nusantara…, tembakau dapat digunakan untuk melepas gigitan lintah, digunakan untuk gatal gatal, digunakan untuk obat korengan atau boro’an dll. Memang dari jaman dulu tembakau sudah dikenal sebagai obat. Tembakau bisa menetralisir racun dan mematikan bakteri bakteri pathogen tertentu. Rajangan daun tembakau dapat digunakan sebagai pestisida alami. Dalam tembakau terdapat Coenzym Q10 yang bermanfaat untuk obat kulit dan pemulihan sel sel otak, dan lain lain berbagai manfaat dari tembakau.

Jadi… kampanye anti rokok jangan keterlaluan….. (bisa menyesatkan…)

http://gm-produk.blogspot.co.id/

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 16 September 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar