Jumat, 11 November 2016

Eksperimen dengan Batang Tanaman Kopi

Eksperimen dengan Batang Tanaman Kopi

Untuk mengalihkan sebentar dari hiruk pikuk dimedia, disosmed, tulisan tulisan liar, copas copas liar yang kita tidak tahu kebenarannya,  terkait dengan Ahok…. ; saya bereksperimen dengan batang tanaman kopi.

Eksperimen ini berhubungan dengan organ oleptik yaitu terkait dengan rasa…., yaitu rasa (rasa dilidah/rasa dimulut) rasa rokok ketika melewati gM-Pirotek 

Di depan rumah tetangga ada tanaman kopi yang sudah bertahun tahun, karena tidak produktif tanaman kopi itu ditebang dan dibuang di tempat sampah. Karena teksturnya menarik perhatian saya, saya ambil sebagian untuk dibuat menjadi gM-Pirotek.

Di pojok pertigaan sawojajar, ada pohon beringin yang sudah tua ditebang karena akan dibuat pelebaran jalan. Saya mengambil sebagian cabang pohon beringin tsb untuk dibuat menjadi gM-Pirotek.

Di samping pos kamling dekat rumah, ada pohon sirsak dan pohon kayu putih bunga merah yang cabangnya ada yang mengering. Iseng iseng cabang yang telah kering.. saya ambil sebagian untuk dibuat menjadi gM-Pirotek.

Di dapur rumah… ada keranjang bekas tempat parsel hari raya berbahan rotan. Saya preteli keranjang tersebut, saya ambil sebagian untuk dibuat menjadi gM-Pirotek.

Di depan rumah ada tanaman serut yang ditanam di pot besar. Agar terlihat rapi… maka rutin cabang cabangnya dipotong. Sebagian cabang saya ambil untuk dibuat menjadi gM-Pirotek.

Di lapangan fasum tepat disamping rumah, ada tanaman klengkeng yang sudah memulai berbuah. Ada cabang yang dipotong karena mengganggu jalan. Sebagian cabang saya ambil untuk dibuat menjadi gM-Pirotek

Kemudian memulai eksperimen…, gM-Pirotek kayu asem (yang sudah saya produksi, yang sekarang sudah menyebar di 20 kota), gM-Pirotek kayu sirsak, kayu serut, kayu putih, kayu kopi, kayu beringin, kayu klengkeng, rotan kemudian diproses dimasukkan teknologi biofilter dan teknologi lainnya (lihat kembali tulisan difb atau di http://gm-produk.co.id/ ).

Kemudian saya coba sendiri masing masing gM-Pirotek mulai dari kayu asem, kayu kopi sampai kayu rotan. Saya ulang ulang menghisap asap rokok melalui gM-Piotek. Kemudian saya membuat datanya menggunakan kategori (1 = tidak enak, 2 = lumayan, 3 = enak, 4 = uuueenaaak).

Saya ulangi terus merasakan rasa dari asap rokok tersebut. Kemudian datanya saya analisis menggunakan uji non parametrik kruskall Wallis (memang data ini subjektif… karena hanya saya sendiri yang mencoba merasakan, berikutnya akan saya kembangkan untuk dicoba/dirasakan oleh banyak orang).

Dan kesimpulannya… bahwa beberapa kayu yang digunakan menjadi gM-Pirotek mempengaruhi rasa dari rokok, dan yang paling uuenak dan lebih nikmat (maksud enak adalah terkait dengan rasa) menurut saya adalah gM-Pirotek kayu kopi.

Bagi yang belum mengetahui tentang gM-Pirotek…..; gM-pirotek adalah pipa rokok kretek yang terbuat dari kayu buatan tangan saya sendiri, yang  merupakan aplikasi dari hasil penelitian tentang biofilter rokok dalam rangka menangkap radikal bebas pada asap rokok…, sehingga asap rokok menjadi lebih berkualitas dan lebih sehat. 

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 6 November 2016)

Satu lagi produk “gM-Gabasrotek”


Saran dari beberapa teman dan para kolega berkaitan dengan produk yang saya kenalkan kemarin yaitu gM-TeraBace (fb 10 oktober 2016), beberapa teman menyarankan lebih baik memproduksi gabusnya saja…. karena banyak yang sudah penasaran akan manfaatnya.

gM-Gabasrotek, singkatan dari “gabus penangkap radikal bebas asap rokok kretek”, dimana gabus ini mempunyai kemampuan menangkap radikal bebas asap rokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap rokok yang sudah melewati gabasrotek menjadi lebih bermanfaat untuk kesehatan.

Ada 2 jenis gM-Gabasrotek. Ada gM-Gabasrotek-K dang M-Gabasrotek-S.

gM-Gabasrotek-K terbuat dari bahan gabus kelapa dan diinjeksi beberapa bahan (kopi, kurma, zaitun, delima, kelor dll). 100 persen alami, dibuat secara manual (seperti pada tulisan di Fb 5 oktober 2016).

gM-Gabasrotek-S terbuat dari selulosa asetat (sudah pabrikan/gabus rokok yang umum ada dipasaran) kemudian diinjeksi dengan beberapa bahan hasil penelitian (seperti yang sudah saya tulis).

gM-Gabasrotek ini hadir sebenar terdorong oleh motivasi bagaimana ikut mencarikan solusi atas permasalahan bangsa yang terkait dengan kearifan lokal yang merupakan  karya nenek moyang dan merupakan  produk budaya…….,  yaitu tentang rokok kretek (yang selalu mendapat sorotan dan isu isu terkait dengan masalah kesehatan), sehingga perlu mendapatkan perhatian dan upaya untuk dicarikan solusinya untuk tetap LESTARI, (bukan justru dimatikan).

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 16 Oktober 2016)

Rabu, 28 September 2016

Mempresentasikan gM-Pirotek di Makasar…

Mempresentasikan gM-Pirotek di Makasar…

Sudah lima tahun ini penelitian tentang biofilter asap rokok dipresentasikan diberbagai forum ilmiah…, mulai dari analisis fisikanya dari berbagai bahan yang digunakan (biji kurma, daun zaitun, daun & kulit delima, kelor, kopi, tembakau, cengkeh) sampai pada pengaruhnya terhadap organ tubuh mencit (histologi paru-paru, hati, darah, pancreas, kadar MDA, dan kualitas sperma).

Tapi kali ini (tgl 21 september 2016) di Makasar dalam International Conference on Theoretical and Applied Physics dan Simposium Fisika Nasional Ke-29,  Saya mengenalkan “gM-pirotek” yang merupakan aplikasi dari hasil penelitian biofilter, dengan menggunakan bahan tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur’an (Kurma, Zaitun, delima) dan tanaman lokal (kelor, kopi, cengkeh, dan tembakau).

Hasilnya menunjukkan bahwa  biofilter dari beberapa tanaman tersebut mampu menangkap beberapa radikal bebas pada asap rokok. Dan bahkan beberapa formula dari beberapa tanaman tersebut mampu menangkap semua radikal bebas pada asap rokok. Sehingga asap rokok menjadi lebih berkualitas, sehingga tidak merusak organ tubuh mencit dan pada beberapa hal tertentu justru menunjukkan bahwa mencit yang dipapar asap rokok dengan biofilter menunjukkan kondisi yang lebih sehat.

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Makasar 22 September 2016)

Jumat, 16 September 2016

Kampanye Anti Rokok…. “sudah sangat Keterlaluan”..

Kampanye Anti Rokok…. “sudah sangat Keterlaluan”..

Ketika anak saya yang nomer 3 (masih TK B) melihat iklan ditelevisi, tiba tiba dia bilang… “Bapak kalau rokok’an nanti tenggorokannya jadi bolong… kayak di TV”.

Melalui iklan tersebut, memang seolah olah merokok begitu bahayanya… tapi benarkah demikian..?, benarkah ketika iklan bilang bahwa kematian akibat merokok 400.000 orang pertahun ? Sementara belum pernah terdengar ada visum et repertum yang menyatakan kematian akibat rokok. Benarkah merokok akan menyebabkan kanker (seperti yang selalu dikampanyekan)..?
***

Mungkin ini perlu diketahui juga oleh para khalayak…
Woodrow Wyatt, peneliti dari Inggris dalam artikelnya di The Times, mengatakan bahwa orang yang merokok di Glasgow lebih sedikit dibandingkan di Bournemouth, Irlandia. Namun jumlah penderita penyakit jantung di Glasgow dua kali lipat lebih banyak dibanding di Bournemouth. Sementara masyarakat Yunani yang mendapat subsidi tembakau dari Uni Eropa, merupakan perokok terberat di dunia, namun angka rata rata penderita kanker baik pria maupun wanitanya terendah di negara negara Eropa.

Seorang ahli THT, Dr. James Le Fanu, memberikan saran kepada para perokok yang terserang batuk untuk tetap merokok dua batang sehari karena hal itu bisa menyembuhkan batuk. Menurut Dr James bahwa perokok punya resiko 50 persen lebih kecil terkena penyakit alZheimer (pikun) dan banyak perokok punya perlindungan lebih baik terhadap penyakit pikun.

The New England Journal of Medicine tahun 1985, memberika laporan bahwa perokok yang terkena kanker endometrik 50 persen lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Pada Jurnal The American Medical Association dijelaskan bahwa penyakit usus 50 persen justru lebih besar akan menyerang orang yang tidak merokok.

Pada Jurnal The American Government’s Heath and Nutrition Examination Survey, melaporkan bahwa kemungkinan pengeroposan tulang (osteoarthritis) yang menyerang perokok lima kali lebih rendah dibandingkan dengan bukan perokok.
***

Sedangkan tembakaunya banyak manfaatnya.
Prof. Mario Pezzotti dari Italia, dari bahan tembakau dihasilkan interleukin-10 yang merupakan cytokine antiradang. Cytokine adalah protein yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh agar aktif.

peneliti dari LIPI menemukan bahwa tembakau dapat menghasilkan protein anti kanker yang disebut GCSF (Growth Colony Simulating Factor). Selain itu tembakau juga dapat menghasilkan protein untuk obat HIV penyebab utama AIDS yang disebut griffithsin dll.

Dalam kearifan lokal nusantara…, tembakau dapat digunakan untuk melepas gigitan lintah, digunakan untuk gatal gatal, digunakan untuk obat korengan atau boro’an dll. Memang dari jaman dulu tembakau sudah dikenal sebagai obat. Tembakau bisa menetralisir racun dan mematikan bakteri bakteri pathogen tertentu. Rajangan daun tembakau dapat digunakan sebagai pestisida alami. Dalam tembakau terdapat Coenzym Q10 yang bermanfaat untuk obat kulit dan pemulihan sel sel otak, dan lain lain berbagai manfaat dari tembakau.

Jadi… kampanye anti rokok jangan keterlaluan….. (bisa menyesatkan…)

http://gm-produk.blogspot.co.id/

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 16 September 2016)

Senin, 05 September 2016

LIMUN SAPARILA VS COCA COLA…. ROKOK KRETEK VS ROKOK PUTIH

LIMUN SAPARILA VS COCA COLA…. ROKOK KRETEK VS ROKOK PUTIH
(Perang Tembakau.. Perang Nikotin… Perang Rokok…???)

Tiba tiba sambil rokok’an, pak tua itu bilang…. ‘ siapa yang bilang bahwa tembakau adalah zat adiktif  ?..., itu kan asumsi WHO…, kamu tahu… bahwa 90 persen ahli dari WHO bukan ahli kesehatan..”.

Pak Tua itu terus berkomentar……… “Upaya untuk mematikan industri rokok kretek sudah berlangsung sangat lama. Ini perlu diwaspadai oleh kita…, karena kalau tidak nasibnya bisa seperti minuman lokal limun Saparila yang gulung tikar setelah coca cola masuk ke negeri ini. Jika industri rokok kretek hancur, maka dapat dipastikan… produk rokok putih milik asing akan mendominasi pasar”.

“Mari kita lihat perusahaan tambang milik asing, mereka mendapatkan keuntungan yang sangat besar puluhan tahun, tapi sumbangannya ke negara tidak sebesar cukai rokok. Padahal kerusakan lingkungan dan kerusakan lainnya ditanggung oleh masyarakat setempat”.

“Ini kepentingan korporasi asing…, mungkin perusahaan perusahaan besar seperti Pfizer, Novartis, juga Glaxo Smith Kline yang pada tahun 90an membiayai secara penuh anggota WHO untuk membentuk World Health Organization’s Tobacco Free Initiative”.

“Kamu tahu, ada fakta mengenai bantuan Bloomberg untuk membiayai program anti rokok di negeri ini yang disalurkan ke sejumlah LSM, dan ini sudah menjadi rahasia umum bahwa Bloomberb bagi bagi uang… money politics”.

Pak Tua itu bilang bahwa “ada aliran dana asing dalam kampante anti rokok di tiga negara, yakni ke India sebesar 6 juta dollar AS, Indonesia sebanyak 4,2 juta dollar AS, dan China sebanyak 3 juta dollar AS. Blomberg misalnya mengeluarkan dana CSRnya sebesar 4.195.442 dollar AS untuk kampanye antirokok di Indonesia”.

“kata siapa merokok dapat menyebabkan kanker…?, atau meningkatkan resiko kanker ?”..; Penelitian kadang seringkali bukan sesuatu yang betul betul netral…, tetapi memang sengaja dibuat untuk memberikan pembenaran pada kesimpulan tertentu”. Rober Wood Johnsons Foundation mengeluarkan ratusan juta dollar untuk membiayai American cancer Society (ACS) dan Action on Smoking and Health (ASH) untuk tetap memperkuat bukti bahaya maut yang ditebar oleh tembakau”.

“dalam konteks ini, seorang peneliti menjadi tidak lebih dari sekedar the producers of lie, penebar kebohongan, juga the producers of fround, penebar penipuan. Ketika kebebasan akademik diinjak oleh kepentingan komersial dan atau kepentingan politics, maka menjadi hilanglah kebenaran sejati”.

“ini sebenarnya adalah perang… perang tembakau/perang rokok… yang pada akhirnya industri rokok kretek milik anak bangsa menjadi tergilas…; Sampoerna dibeli oleh Philip Morris, Bentoel dibeli oleh British American Tobacco (BAT) dll”.
“Mungkin hal terburuk, seandainya larangan merokok seperti dalam konvensi Who dilaksanakan…. maka akan terjadi peredaran rokok non-nicotine, save dissolvable cigarette, yang semakin menguasai…yang memang  jauh jauh hari sudah dipersiapkan oleh phillip morris. Dan yang akan terjadi juga adalah derasnya peredaran nicoderm dan nicorette yang sudah dipersiapkan sejak awal oleh perusahaan perusahaan farmasi seperti Johnson and Johnson”.

Jadi kalau kita kalah…. Maka rokok kretek akan digantikan oleh rokok produk mereka…., seperti kalahnya LIMUN SAPARILA yang telah digantikan oleh produk mereka yaitu COCA COLA.

Disarikan dari buku yang diterbitkan oleh Masyarakat bangga Produk Indonesia.


Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 4 September 2016)

Jumat, 26 Agustus 2016

Merokok dan Ngopi

Merokok dan Ngopi…

“Pak… ini kopinya”, bu sarkum menyiapkan kopi setiap pagi untuk suaminya yang akan berangkat ke sawah. Kemudian pak sarkum menyeruput kopinya …. dan kemudian menghisap rokok dalam dalam…. dinikmatinya rokok dan kopinya. Itulah aktivitas pak sarkum yang sudah berumur 60 tahun sebelum berangkat ke sawah.

Sambil menemani pak sarkum menyeruput kopi dan rokok’an, bu sarkum mengunyah kapur sirih dan pinang…. dan kemudian memasukkan tembakau yang sudah dibentuk bulat kedalam mulutnya, kemudian dengan tangannya… bu sarkum memutar mutar bulatan tembakau itu di bibirnya yang kelihatan memerah karena sirih pinang itu.

Setelah satu gelas kopinya habis dan satu-dua batang rokoknya juga sudah habis…., pak sarkum langsung beraktivitas di sawahnya, dan biasanya tanpa sarapan dulu.

Pak sarkum dan bu sarkum kelihatan sehat sehat saja…. setiap hari mereka tidak lepas dari produk tembakau…; pak sarkum masih kuat mencangkul di sawah, dan bu sarkum masih kuat menggendong kayu bakar yang setiap hari dilakukannya.

Jika pak sarkum tidak enak badan, demam/pilek/sakit kepala…. pak sarkum mengolesi rokoknya dengan minyak cengkeh,,, atau kalau minyak cengkehnya tidak ada… maka pak sarkum mengambil endapan kopi dan dileskan pada batang rokoknya. Dan hanya satu atau dua hari pak sarkum sehat kembali.

Dan banyak sekali orang seperti pak sarkum dan bu sarkum yang setiap pagi melakukan kebiasaan yang sama, menyeruput kopi dan rokok’an sebelum melakukan aktivitas. Dan mereka sehat sehat saja.
***

Sementara Pak Iwan yang tidak merokok… kelihatan tidak sekuat pak sarkum. Malahan justru pak Iwan tampak sakit sakitan Jika pak Iwan tidak enak badan…. maka selalu saja minum parasetamol dan juga minum anti biotik. Setiap d.atang ke dokter… selalu saja diresepi dengan parasetamol dan antibiotik

Sama sama umur 60 tahun…., tampak pak sarkum lebih tahes daripada pak Iwan. Dan banyak sekali orang orang seperti pak iwan… tidak merokok tapi ya sakit sakitan.
***

Melihat fenomena seperti Pak Sarkum dan pak Iwan…. bahwa sebenarnya  tidak mesti…. orang yang merokok itu menjadi tidak sehat, dan orang yang tidak merokok pasti sehat.

Kampanye tentang rokok tidak sehat….. seperti yang sekarang ini sangat gencar merupakan hal yang sudah tidak sehat…. karena ini sebenarnya adalah sebuah kepentingan besar, sebuah perang ekonomi, perang budaya… untuk kemudian memutus hulu atau hilir dari industri rokok kretek yang sebenarnya adalah indonesia banget yang pada akhirnya akan dikuasai oleh pihak asing.

Kampanye tentang rokok tidak sehat yang dilakukan oleh beberapa orang dari beberapa kalangan… jika ditelusuri, mereka mendapatkan pendanaan yang luar biasa dari perusahaan raksasa farmasi. Termasuk juga fatwa haram terhadap rokok juga tidak lepas dari pendanaan itu.
***

Kembali pada judul merokok dan ngopi…., ternyata apa yang dilakukan nenek moyang terdahulu bukan sesuatu yang tidak berdasar. Bahwa kopi mengandung antioksidan yang cukup banyak…, yang dapat menyerap radikal bebas asap rokok. Sehingga bisa jadi asap hasil pembakaran tembakau yang sudah hilang radikal bebasnya dapat berfungsi sebagai obat.

Penelitian yang kami lakukan…., bahwa kopi yang dijadikan sebagai biofilter mampu menangkap 6 radikal bebas dari 7 radikal bebas yang ada pada asap rokok. Dan asap rokok hasil pembakaran tembakau dan cengkeh (rokok kretek) yang telah melewati biofilter berbahan kopi… dapat menurunkan kadar glukosa dan dapat memperbaiki histology pangkreas pada mencit yang diinduk STZ (mencit diabet).

Oleh karena itu….. banyaknya orang yang berkoar koar menganggap rokok tidak sehat…, perlu diimbangi oleh orang orang yang memperjuangkan eksistensi tembakau termasuk eksistensi rokok kretek.

Wallahu a’lam
(aGUS MULyono, Malang 26 Agustus 2016)
uga tingwe). Lebih alami…. apalagi dengan menggunakan kulit jagung (klobot) terasa lebih nikmat dan menyatu dengan alam. Apalagi menggunakan pipa rokok gM-Pirotek…. maka merokok tingwe menjadi lebih asyik dan menyehatkan.


Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 22 Agustus 2016)
TINGWE…… (Ngelinting Dewe)

Saya tidak percaya kalau harga rokok akan naik menjadi limapuluhan ribu per bungkus…, itu pasti kerjaan orang orang yang ngisruh…. sehingga isu itu menjadi bergulir, media ikut ikutan, medsos ramai dan mesyarakat kemudian menjadi percaya bahwa harga rokok akan benar benar naik.

Ketika seorang teman saya hubungi terkait dengan isu tersebut…. seorang teman bilang bahwa itu hanya isu saja yang sengaja dihembuskan…. dan itu kerjaan orang orang yang nantinya akan mengambil keuntungan dari situ.

Rokok Indonesia itu menguasai pasar dunia…, Keberadaan rokok kretek mengancam keberadaan dan eksistensi rokok putih yang merupakan produk negara negara dengan kapital besar. (rokok kretek itu campran tembakau dan ada cengkehnya, sehingga berbunyi kretek, kretek… baik itu berfilter maupun tidak)

Karena keberadaan rokok kretek produk Indonesia mengancam keberadaan produk mereka…. Maka perlu ada siasat agar rokok kretek menjadi lemah atau mungkin menjadi dikuasai….. sehingga lahirlah berbagai kampanye berkaitan dengan masalah kesehatan dan lain lain…

Jika harga rokok Indonesia naik…. maka yang mendapat keuntungan adalah rokok rokok impor… (mereka bisa bersaing dengan harga segitu). Dengan harga rokok seperti sekarang…, rokok rokok impor itu menjadi keok……, oleh karena itu dengan menggunakan orang orang kita sendiri dihembuskan isu harga rokok akan naik… dibuat opini sedemikian rupa dst.
***

Tahun 2012 di jaman pak SBY…. Yang mengesahkan regulasi tentang tembakau dan produk turunannya seperti rokok yaitu Peraturan Pemerintah no 109 tahun 2012, dan apa yang kemudian terjadi ?...; beberapa industri rokok banyak yang gulung tikar. Di Malang saja dari kurang lebih 200 industri rokok…yang masih bisa eksis kurang lebih hanya tinggal 40 industri rokok.

Dan ternyata… ketika industri-industri rokok pribumi pada gulung tikar… maka rame-rame pihak asing masuk untuk mengambil alih. Philip Morris telah membeli sampoerna, Japan Tobacco membeli wismilak, Bentul juga telah dibeli oleh perusahaan asing dan masih banyak lagi yang lain yang lagi negosiasi dengan perusahaan asing.

Padahal industri rokok adalah industri yang betul-betul industri, karena dari hulu dan hilir adalah Indonesia banget…, mulai dari bahan baku, tenaga ahli, karyawan, pabrik dllnya adalah Indonesia banget. Sementara Industri lain biasanya tidak semua hulu sampai hilir berasal dari Indonesia. Contoh sederhana adalah industri tempe… kedelainya adalah impor, contoh lain industri pakaian… kapasnya impor.

Mungkin karena industri rokok hulu sampai hilir adalah Indonesia banget…maka banyak kepentingan korporasi asing yang ingin menguasai untuk memutus hulunya ataupun memutus hilirnya. Sehingga Lagi-lagi agar Indonesia semakin tidak mandiri.

Bukan hanya rokok, tapi banyak contoh yang lain. Sehingga berbagai komoditi asli Indonesia bisa saja mati/hancur,  orang orang kita sendiri kadang tidak sadar dan kurang memperhatikan hal tersebut. 

Banyak komoditi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, peternakan, bahkan komoditi hasil dari kearifan lokal (karya nenek moyang kita), seperti rokok kretek, gula aren, minyak kelapa/kletik, tidak berkembang, kapasitas industrinya tetap berskala lokal bahkan cenderung mengecil dan banyak yang hancur. Produk kearifan lokal yang memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional , seperti rokok kretek, selalu diserang dengan isu-isu kesehatan. Dana milyaran rupiah mengalir kebeberapa institusi di Indonesia untuk mengkampanyekan sisi negative tentang rokok. Kalau dulu di bungkus rokok ada tulisan rokok mengganggu kesehatan…, maka sekarang dibungkus rokok harus ada gambar dan tulisan bahwa rokok membunuhmu.

Industri rokok adalah salah satu contoh…bagaimana kepentingan global, kepentingan koorporasi-korporasi besar ingin menguasai dunia. Dengan membuat regulasi-regulasi dan meletakkan orang-orangnya untuk kepentingan itu. Banyak para pejabat, para anggota dewan baik sadar maupun tidak sadar menjadi alat-alat dari kepentingan itu…agar regulasi dapat diberlakukan di negeri ini demi kepentingan ekonomi mereka.

Dan sekarang yang lebih parah lagi ketika sudah menguasai institusi pendidikan. Sehingga pendidikan hanya diarahkan untuk kepentingan global dan kepentingan pasar…, dan kita masuk perangkap untuk ikut dalam gelombang kapitalisme.
***

Tapi jika isu isu yang dihembuskan tentang kenaikan harga rokok dan itu benar benar terjadi……….. maka masyarakat akan kembali pada kebiasaan Tingwe (ngelinting dewe yang sebenarnya dikampung sampai sekarang juga tingwe). Lebih alami…. apalagi dengan menggunakan kulit jagung (klobot) terasa lebih nikmat dan menyatu dengan alam. Apalagi menggunakan pipa rokok gM-Pirotek…. maka merokok tingwe menjadi lebih asyik dan menyehatkan.

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 22 Agustus 2016)