TINGWE…… (Ngelinting
Dewe)
Saya tidak percaya
kalau harga rokok akan naik menjadi limapuluhan ribu per bungkus…, itu pasti
kerjaan orang orang yang ngisruh…. sehingga isu itu menjadi bergulir, media
ikut ikutan, medsos ramai dan mesyarakat kemudian menjadi percaya bahwa harga
rokok akan benar benar naik.
Ketika seorang teman
saya hubungi terkait dengan isu tersebut…. seorang teman bilang bahwa itu hanya
isu saja yang sengaja dihembuskan…. dan itu kerjaan orang orang yang nantinya
akan mengambil keuntungan dari situ.
Rokok Indonesia itu
menguasai pasar dunia…, Keberadaan rokok kretek mengancam keberadaan dan
eksistensi rokok putih yang merupakan produk negara negara dengan kapital
besar. (rokok kretek itu campran tembakau dan ada cengkehnya, sehingga berbunyi
kretek, kretek… baik itu berfilter maupun tidak)
Karena keberadaan
rokok kretek produk Indonesia mengancam keberadaan produk mereka…. Maka perlu
ada siasat agar rokok kretek menjadi lemah atau mungkin menjadi dikuasai…..
sehingga lahirlah berbagai kampanye berkaitan dengan masalah kesehatan dan lain
lain…
Jika harga rokok
Indonesia naik…. maka yang mendapat keuntungan adalah rokok rokok impor…
(mereka bisa bersaing dengan harga segitu). Dengan harga rokok seperti
sekarang…, rokok rokok impor itu menjadi keok……, oleh karena itu dengan
menggunakan orang orang kita sendiri dihembuskan isu harga rokok akan naik…
dibuat opini sedemikian rupa dst.
***
Tahun 2012 di jaman
pak SBY…. Yang mengesahkan regulasi tentang tembakau dan produk turunannya
seperti rokok yaitu Peraturan Pemerintah no 109 tahun 2012, dan apa yang
kemudian terjadi ?...; beberapa industri rokok banyak yang gulung tikar. Di
Malang saja dari kurang lebih 200 industri rokok…yang masih bisa eksis kurang
lebih hanya tinggal 40 industri rokok.
Dan ternyata… ketika
industri-industri rokok pribumi pada gulung tikar… maka rame-rame pihak asing
masuk untuk mengambil alih. Philip Morris telah membeli sampoerna, Japan
Tobacco membeli wismilak, Bentul juga telah dibeli oleh perusahaan asing dan masih
banyak lagi yang lain yang lagi negosiasi dengan perusahaan asing.
Padahal industri
rokok adalah industri yang betul-betul industri, karena dari hulu dan hilir
adalah Indonesia banget…, mulai dari bahan baku, tenaga ahli, karyawan, pabrik
dllnya adalah Indonesia banget. Sementara Industri lain biasanya tidak semua
hulu sampai hilir berasal dari Indonesia. Contoh sederhana adalah industri
tempe… kedelainya adalah impor, contoh lain industri pakaian… kapasnya impor.
Mungkin karena
industri rokok hulu sampai hilir adalah Indonesia banget…maka banyak
kepentingan korporasi asing yang ingin menguasai untuk memutus hulunya ataupun
memutus hilirnya. Sehingga Lagi-lagi agar Indonesia semakin tidak mandiri.
Bukan hanya rokok,
tapi banyak contoh yang lain. Sehingga berbagai komoditi asli Indonesia bisa
saja mati/hancur, orang orang kita
sendiri kadang tidak sadar dan kurang memperhatikan hal tersebut.
Banyak komoditi
sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, peternakan, bahkan
komoditi hasil dari kearifan lokal (karya nenek moyang kita), seperti rokok
kretek, gula aren, minyak kelapa/kletik, tidak berkembang, kapasitas
industrinya tetap berskala lokal bahkan cenderung mengecil dan banyak yang
hancur. Produk kearifan lokal yang memberi kontribusi signifikan terhadap
perekonomian nasional , seperti rokok kretek, selalu diserang dengan isu-isu
kesehatan. Dana milyaran rupiah mengalir kebeberapa institusi di Indonesia
untuk mengkampanyekan sisi negative tentang rokok. Kalau dulu di bungkus rokok
ada tulisan rokok mengganggu kesehatan…, maka sekarang dibungkus rokok harus
ada gambar dan tulisan bahwa rokok membunuhmu.
Industri rokok
adalah salah satu contoh…bagaimana kepentingan global, kepentingan
koorporasi-korporasi besar ingin menguasai dunia. Dengan membuat
regulasi-regulasi dan meletakkan orang-orangnya untuk kepentingan itu. Banyak
para pejabat, para anggota dewan baik sadar maupun tidak sadar menjadi
alat-alat dari kepentingan itu…agar regulasi dapat diberlakukan di negeri ini
demi kepentingan ekonomi mereka.
Dan sekarang yang
lebih parah lagi ketika sudah menguasai institusi pendidikan. Sehingga
pendidikan hanya diarahkan untuk kepentingan global dan kepentingan pasar…, dan
kita masuk perangkap untuk ikut dalam gelombang kapitalisme.
***
Tapi jika isu isu
yang dihembuskan tentang kenaikan harga rokok dan itu benar benar terjadi………..
maka masyarakat akan kembali pada kebiasaan Tingwe (ngelinting dewe yang
sebenarnya dikampung sampai sekarang juga tingwe). Lebih alami…. apalagi dengan
menggunakan kulit jagung (klobot) terasa lebih nikmat dan menyatu dengan alam.
Apalagi menggunakan pipa rokok gM-Pirotek….
maka merokok tingwe menjadi lebih asyik dan menyehatkan.
Wallahu a’lam
(aGUS MULyono,
Malang 22 Agustus 2016)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar