Jumat, 26 Agustus 2016

Merokok dan Ngopi

Merokok dan Ngopi…

“Pak… ini kopinya”, bu sarkum menyiapkan kopi setiap pagi untuk suaminya yang akan berangkat ke sawah. Kemudian pak sarkum menyeruput kopinya …. dan kemudian menghisap rokok dalam dalam…. dinikmatinya rokok dan kopinya. Itulah aktivitas pak sarkum yang sudah berumur 60 tahun sebelum berangkat ke sawah.

Sambil menemani pak sarkum menyeruput kopi dan rokok’an, bu sarkum mengunyah kapur sirih dan pinang…. dan kemudian memasukkan tembakau yang sudah dibentuk bulat kedalam mulutnya, kemudian dengan tangannya… bu sarkum memutar mutar bulatan tembakau itu di bibirnya yang kelihatan memerah karena sirih pinang itu.

Setelah satu gelas kopinya habis dan satu-dua batang rokoknya juga sudah habis…., pak sarkum langsung beraktivitas di sawahnya, dan biasanya tanpa sarapan dulu.

Pak sarkum dan bu sarkum kelihatan sehat sehat saja…. setiap hari mereka tidak lepas dari produk tembakau…; pak sarkum masih kuat mencangkul di sawah, dan bu sarkum masih kuat menggendong kayu bakar yang setiap hari dilakukannya.

Jika pak sarkum tidak enak badan, demam/pilek/sakit kepala…. pak sarkum mengolesi rokoknya dengan minyak cengkeh,,, atau kalau minyak cengkehnya tidak ada… maka pak sarkum mengambil endapan kopi dan dileskan pada batang rokoknya. Dan hanya satu atau dua hari pak sarkum sehat kembali.

Dan banyak sekali orang seperti pak sarkum dan bu sarkum yang setiap pagi melakukan kebiasaan yang sama, menyeruput kopi dan rokok’an sebelum melakukan aktivitas. Dan mereka sehat sehat saja.
***

Sementara Pak Iwan yang tidak merokok… kelihatan tidak sekuat pak sarkum. Malahan justru pak Iwan tampak sakit sakitan Jika pak Iwan tidak enak badan…. maka selalu saja minum parasetamol dan juga minum anti biotik. Setiap d.atang ke dokter… selalu saja diresepi dengan parasetamol dan antibiotik

Sama sama umur 60 tahun…., tampak pak sarkum lebih tahes daripada pak Iwan. Dan banyak sekali orang orang seperti pak iwan… tidak merokok tapi ya sakit sakitan.
***

Melihat fenomena seperti Pak Sarkum dan pak Iwan…. bahwa sebenarnya  tidak mesti…. orang yang merokok itu menjadi tidak sehat, dan orang yang tidak merokok pasti sehat.

Kampanye tentang rokok tidak sehat….. seperti yang sekarang ini sangat gencar merupakan hal yang sudah tidak sehat…. karena ini sebenarnya adalah sebuah kepentingan besar, sebuah perang ekonomi, perang budaya… untuk kemudian memutus hulu atau hilir dari industri rokok kretek yang sebenarnya adalah indonesia banget yang pada akhirnya akan dikuasai oleh pihak asing.

Kampanye tentang rokok tidak sehat yang dilakukan oleh beberapa orang dari beberapa kalangan… jika ditelusuri, mereka mendapatkan pendanaan yang luar biasa dari perusahaan raksasa farmasi. Termasuk juga fatwa haram terhadap rokok juga tidak lepas dari pendanaan itu.
***

Kembali pada judul merokok dan ngopi…., ternyata apa yang dilakukan nenek moyang terdahulu bukan sesuatu yang tidak berdasar. Bahwa kopi mengandung antioksidan yang cukup banyak…, yang dapat menyerap radikal bebas asap rokok. Sehingga bisa jadi asap hasil pembakaran tembakau yang sudah hilang radikal bebasnya dapat berfungsi sebagai obat.

Penelitian yang kami lakukan…., bahwa kopi yang dijadikan sebagai biofilter mampu menangkap 6 radikal bebas dari 7 radikal bebas yang ada pada asap rokok. Dan asap rokok hasil pembakaran tembakau dan cengkeh (rokok kretek) yang telah melewati biofilter berbahan kopi… dapat menurunkan kadar glukosa dan dapat memperbaiki histology pangkreas pada mencit yang diinduk STZ (mencit diabet).

Oleh karena itu….. banyaknya orang yang berkoar koar menganggap rokok tidak sehat…, perlu diimbangi oleh orang orang yang memperjuangkan eksistensi tembakau termasuk eksistensi rokok kretek.

Wallahu a’lam
(aGUS MULyono, Malang 26 Agustus 2016)
uga tingwe). Lebih alami…. apalagi dengan menggunakan kulit jagung (klobot) terasa lebih nikmat dan menyatu dengan alam. Apalagi menggunakan pipa rokok gM-Pirotek…. maka merokok tingwe menjadi lebih asyik dan menyehatkan.


Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 22 Agustus 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar