Merokok dan Ngopi…
“Pak… ini kopinya”,
bu sarkum menyiapkan kopi setiap pagi untuk suaminya yang akan berangkat ke
sawah. Kemudian pak sarkum menyeruput kopinya …. dan kemudian menghisap rokok
dalam dalam…. dinikmatinya rokok dan kopinya. Itulah aktivitas pak sarkum yang
sudah berumur 60 tahun sebelum berangkat ke sawah.
Sambil menemani pak
sarkum menyeruput kopi dan rokok’an, bu sarkum mengunyah kapur sirih dan pinang….
dan kemudian memasukkan tembakau yang sudah dibentuk bulat kedalam mulutnya,
kemudian dengan tangannya… bu sarkum memutar mutar bulatan tembakau itu di
bibirnya yang kelihatan memerah karena sirih pinang itu.
Setelah satu gelas
kopinya habis dan satu-dua batang rokoknya juga sudah habis…., pak sarkum langsung
beraktivitas di sawahnya, dan biasanya tanpa sarapan dulu.
Pak sarkum dan bu
sarkum kelihatan sehat sehat saja…. setiap hari mereka tidak lepas dari produk
tembakau…; pak sarkum masih kuat mencangkul di sawah, dan bu sarkum masih kuat
menggendong kayu bakar yang setiap hari dilakukannya.
Jika pak sarkum
tidak enak badan, demam/pilek/sakit kepala…. pak sarkum mengolesi rokoknya
dengan minyak cengkeh,,, atau kalau minyak cengkehnya tidak ada… maka pak
sarkum mengambil endapan kopi dan dileskan pada batang rokoknya. Dan hanya satu
atau dua hari pak sarkum sehat kembali.
Dan banyak sekali
orang seperti pak sarkum dan bu sarkum yang setiap pagi melakukan kebiasaan
yang sama, menyeruput kopi dan rokok’an sebelum melakukan aktivitas. Dan mereka
sehat sehat saja.
***
Sementara Pak Iwan
yang tidak merokok… kelihatan tidak sekuat pak sarkum. Malahan justru pak Iwan
tampak sakit sakitan Jika pak Iwan tidak enak badan…. maka selalu saja minum
parasetamol dan juga minum anti biotik. Setiap d.atang ke dokter… selalu saja
diresepi dengan parasetamol dan antibiotik
Sama sama umur 60
tahun…., tampak pak sarkum lebih tahes daripada pak Iwan. Dan banyak sekali
orang orang seperti pak iwan… tidak merokok tapi ya sakit sakitan.
***
Melihat fenomena
seperti Pak Sarkum dan pak Iwan…. bahwa sebenarnya tidak mesti…. orang yang merokok itu menjadi
tidak sehat, dan orang yang tidak merokok pasti sehat.
Kampanye tentang
rokok tidak sehat….. seperti yang sekarang ini sangat gencar merupakan hal yang
sudah tidak sehat…. karena ini sebenarnya adalah sebuah kepentingan besar,
sebuah perang ekonomi, perang budaya… untuk kemudian memutus hulu atau hilir
dari industri rokok kretek yang sebenarnya adalah indonesia banget yang pada
akhirnya akan dikuasai oleh pihak asing.
Kampanye tentang
rokok tidak sehat yang dilakukan oleh beberapa orang dari beberapa kalangan…
jika ditelusuri, mereka mendapatkan pendanaan yang luar biasa dari perusahaan
raksasa farmasi. Termasuk juga fatwa haram terhadap rokok juga tidak lepas dari
pendanaan itu.
***
Kembali pada judul
merokok dan ngopi…., ternyata apa yang dilakukan nenek moyang terdahulu bukan
sesuatu yang tidak berdasar. Bahwa kopi mengandung antioksidan yang cukup
banyak…, yang dapat menyerap radikal bebas asap rokok. Sehingga bisa jadi asap
hasil pembakaran tembakau yang sudah hilang radikal bebasnya dapat berfungsi
sebagai obat.
Penelitian yang kami
lakukan…., bahwa kopi yang dijadikan sebagai biofilter mampu menangkap 6
radikal bebas dari 7 radikal bebas yang ada pada asap rokok. Dan asap rokok
hasil pembakaran tembakau dan cengkeh (rokok kretek) yang telah melewati
biofilter berbahan kopi… dapat menurunkan kadar glukosa dan dapat memperbaiki histology
pangkreas pada mencit yang diinduk STZ (mencit diabet).
Oleh karena itu…..
banyaknya orang yang berkoar koar menganggap rokok tidak sehat…, perlu
diimbangi oleh orang orang yang memperjuangkan eksistensi tembakau termasuk
eksistensi rokok kretek.
Wallahu a’lam
(aGUS MULyono,
Malang 26 Agustus 2016)
uga tingwe). Lebih alami…. apalagi dengan
menggunakan kulit jagung (klobot) terasa lebih nikmat dan menyatu dengan alam.
Apalagi menggunakan pipa rokok gM-Pirotek….
maka merokok tingwe menjadi lebih asyik dan menyehatkan.
Wallahu a’lam
(aGUS MULyono,
Malang 22 Agustus 2016)










