ADA Hari Tanpa
Tembakau Sedunia…
(Sebuah Kampanye…
Karena takut bersaing dengan produk tembakau)
Kemarin tanggal 31
mei 2016 seluruh dunia… memperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia (dunia
yang mana?)…., dan beberapa orang di Indonesia ada yang latah ikut ikut memperingatinya.
Berbicara tentang
tembakau biasanya diidentikkan dengan produk yang bernama rokok. Mungkin jika
ada peringatan… hari tanpa rokok sedunia…, saya kira masih wajar…;
Tapi jika ada
peringatan… hari tanpa tembakau sedunia…., saya kira sudah terlalu mengada
ada.., yang pasti ada maksud terselubung… mungkin perkaitan dengan perang
ekonomi/perang dagang.
Ada pertanyaan
menarik dari seorang mahasiswa ketika
ada orang melakukan kampanye “anti tembakau… kampanye peringatan sehari tanpa
tembakau”. Pertanyaannya begini… “Salahkah Tuhan menghadirkan tembakau di dunia
ini ?” (ini berhubungan dengan politik tembakau).
Banyak kegunaan
tembakau yang tidak cukup memperoleh publikasi (karena publikasi sendiri juga
telah diarahkan). Bahwa dari jaman dulu tembakau sudah dikenal sebagai obat.
Tembakau bisa menetralisir racun dan mematikan bakteri bakteri pathogen
tertentu. Rajangan daun tembakau dapat digunakan sebagai pestisida alami. Dalam
tembakau terdapat Coenzym Q10 yang bermanfaat untuk obat kulit dan pemulihan
sel sel otak, dan lain lain berbagai manfaat dari tembakau.
***
Ketika dunia bicara
tentang tembakau… pasti konotasinya adalah rokok kretek Indonesia.., yang
sebenarnya telah mampu menguasai pasar dunia. Keberadaan rokok kretek mengancam
keberadaan dan eksistensi rokok putih yang merupakan produk negara negara
dengan capital besar.
Karena keberadaan
rokok kretek produk Indonesia mengancam keberadaan produk mereka…. Maka perlu
ada siasat agar rokok kretek menjadi lemah atau mungkin menjadi dikuasai…..
sehingga lahirlah berbagai kampanye berkaitan dengan masalah kesehatan dan lain
lain… termasuk kampanye yang diperingati kemarin… hari tanpa tembakau sedunia.
Seorang teman
bilang… “jika Perancis bangga dengan winenya, Rusia bangga dengan Vodkanya,
Jepang bangga dengan Sakenya, Kuba bangga dengan cerutunya…., maka Indonesia
harus bangga dengan rokok kreteknya. Apalagi rokok kretek halal dan merupakan
karya kreatif nenek moyang.
Jadi setiap anak
bangsa… seharusnya bangga bahwa nenek moyangnya telah melahirkan kreatifitas
tinggi meracik tembakau dengan sedikit cengkeh yang melahirkan aroma luar biasa
yang bernama rokok kretek Jika ada
kelemahan dalam produk tersebut, maka bukan berusaha ikut ikutan untuk
membunuhnya (karena terpengaruh oleh siasat negara negara besar), tetapi
bagaimana kita bisa memperbaiki produk tersebut sehingga mampu meningkatkan
martabat bangsa.
***
Jadi… peringatan
hari tanpa tembakau … sebenarnya hanya kampanye…, akal akalan yang sebenarnya
merupakan politik ekonomi/perang dagang.
Kembali pada
tembakau…, peneliti dari LIPI menemukan bahwa tembakau dapat menghasilkan
protein anti kanker yang disebut GCSF (Growth Colony Simulating Factor). Selain
itu tembakau juga dapat menghasilkan protein untuk obat HIV penyebab utama AIDS
yang disebut griffithsin dll.
Jadi tidak perlu
terpengaruh dengan kampanye hari tanpa tembakau sedunia.
Wallahu a’lam
(aGUS MULyono,Malang
1 Juni 2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar