Selasa, 16 Agustus 2016

ADA Hari Tanpa Tembakau Sedunia…

ADA Hari Tanpa Tembakau Sedunia…
(Sebuah Kampanye… Karena takut bersaing dengan produk tembakau)

Kemarin tanggal 31 mei 2016 seluruh dunia… memperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia (dunia yang mana?)…., dan beberapa orang di Indonesia ada yang latah  ikut ikut memperingatinya.

Berbicara tentang tembakau biasanya diidentikkan dengan produk yang bernama rokok. Mungkin jika ada peringatan… hari tanpa rokok sedunia…, saya kira masih wajar…;
Tapi jika ada peringatan… hari tanpa tembakau sedunia…., saya kira sudah terlalu mengada ada.., yang pasti ada maksud terselubung… mungkin perkaitan dengan perang ekonomi/perang dagang.

Ada pertanyaan menarik dari seorang mahasiswa  ketika ada orang melakukan kampanye “anti tembakau… kampanye peringatan sehari tanpa tembakau”. Pertanyaannya begini… “Salahkah Tuhan menghadirkan tembakau di dunia ini ?” (ini berhubungan dengan politik tembakau).

Banyak kegunaan tembakau yang tidak cukup memperoleh publikasi (karena publikasi sendiri juga telah diarahkan). Bahwa dari jaman dulu tembakau sudah dikenal sebagai obat. Tembakau bisa menetralisir racun dan mematikan bakteri bakteri pathogen tertentu. Rajangan daun tembakau dapat digunakan sebagai pestisida alami. Dalam tembakau terdapat Coenzym Q10 yang bermanfaat untuk obat kulit dan pemulihan sel sel otak, dan lain lain berbagai manfaat dari tembakau.
***

Ketika dunia bicara tentang tembakau… pasti konotasinya adalah rokok kretek Indonesia.., yang sebenarnya telah mampu menguasai pasar dunia. Keberadaan rokok kretek mengancam keberadaan dan eksistensi rokok putih yang merupakan produk negara negara dengan capital besar.

Karena keberadaan rokok kretek produk Indonesia mengancam keberadaan produk mereka…. Maka perlu ada siasat agar rokok kretek menjadi lemah atau mungkin menjadi dikuasai….. sehingga lahirlah berbagai kampanye berkaitan dengan masalah kesehatan dan lain lain… termasuk kampanye yang diperingati kemarin… hari tanpa tembakau sedunia.

Seorang teman bilang… “jika Perancis bangga dengan winenya, Rusia bangga dengan Vodkanya, Jepang bangga dengan Sakenya, Kuba bangga dengan cerutunya…., maka Indonesia harus bangga dengan rokok kreteknya. Apalagi rokok kretek halal dan merupakan karya kreatif nenek moyang.

Jadi setiap anak bangsa… seharusnya bangga bahwa nenek moyangnya telah melahirkan kreatifitas tinggi meracik tembakau dengan sedikit cengkeh yang melahirkan aroma luar biasa yang bernama rokok kretek  Jika ada kelemahan dalam produk tersebut, maka bukan berusaha ikut ikutan untuk membunuhnya (karena terpengaruh oleh siasat negara negara besar), tetapi bagaimana kita bisa memperbaiki produk tersebut sehingga mampu meningkatkan martabat bangsa.
***

Jadi… peringatan hari tanpa tembakau … sebenarnya hanya kampanye…, akal akalan yang sebenarnya merupakan politik ekonomi/perang dagang.

Kembali pada tembakau…, peneliti dari LIPI menemukan bahwa tembakau dapat menghasilkan protein anti kanker yang disebut GCSF (Growth Colony Simulating Factor). Selain itu tembakau juga dapat menghasilkan protein untuk obat HIV penyebab utama AIDS yang disebut griffithsin dll.

Jadi tidak perlu terpengaruh dengan kampanye hari tanpa tembakau sedunia.

Wallahu a’lam
(aGUS MULyono,Malang 1 Juni 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar