Selasa, 16 Agustus 2016

KRETEK Versus ELEKTRIK

KRETEK Versus ELEKTRIK

Seperti biasa dalam acara santai silaturrahim bersama sanak family di kampung halaman…, rokok kretek menjadi pelengkap. Ngobrol.. bercerita.. bercanda sambil menikmati rokok kretek.

Tiba-tiba… ada keponakan mengeluarkan sebuah benda dari tasnya berbentuk kotak dan ada lubang disalah satu sisinya yang sedikit memanjang. Kemudian lubang itu dihisapnya…. Dan keluarlah asap yang sangat banyak dari mulutnya. Kemudian dia bilang…. “ini cara merokok yang lebih modern”. “ini yang disebut rokok elektrik”.

Dia bilang bahwa Cara kerja rokok elektrik ini adalah menggunakan tenaga baterai yang akan menghasilkan arus listrik dan kemudian bereaksi dengan berbagai macam senyawa atau zat kimia yang terkandung di dalamnya. Dengan adanya reaksi ini, maka akan membuat efek uap dan rasa manis yang mirip seperti ketika sedang merokok,

Nama lain dari rokok elektrik adalah vapor yang berasal dari bahasa Inggris. Kata vapor digunakan karena yang dihirup bukanlah asap seperti pada rokok tembakau, melainkan uap hasil cairan perasa yang dipanaskan.

Cairan ini  biasanya dijual dalam kemasan botol 15 atau 30 ml (harganya yang produk lokal sekitar 80 ribuan dan yang impor sekitar 125 ribuan). Isinya berupa: VG (Vegetable Glycein), atau dikenal sebagai gliserol sayuran berasal dari minyak tumbuhan dan umumnya digunakan sebagai pemanis dan sebagai bahan dalam sejumlah product makanan. Jika dicampur dengan PG akan membuat uap.  PG (Propylene glycol) merupakan bahan yang digunakan sebagai penebal uap. Dalam cairan juga terdapat  Perasa,  tergantung merek, biasanya perasa buah atau permen. Rasa yang umum dijumpai antra lain rasberry, mangga, jeruk, strawberry dan menthol. Dalam cairan  merk tertentu juga terdapat nikotin.
***

Merokok modern…. dengan rokok elektrik…., justru semakin berbahaya…, semakin tidak alami pasti semakin berbahaya. dalam rokok elektrik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin dan juga terdapat perasa dan zat zat yang dapat memunculkan aroma aroma. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. senyawa nitrosamine inilah yang sangat berpotensi menyebabkan penyakit kanker.

Beberapa penelitian menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu inflamasi dalam tubuh, infeksi paru-paru dan meningkatkan risiko asma, stroke serta penyakit jantung dan lainnya.

Rokok elektrik lebih berbahaya.

Memang kadang kita terpengaruh dengan hal hal yang kelihatannya lebih moderen… padahal belum tentu lebih baik dan lebih maslahat. Kloset jongkok berganti kloset duduk…, air 2 kullah berganti dengan kran dalam berwudhu’, qirbah berganti dengan plastik, kerbau diganti dengan traktor, beberapa anak muda tidak lagi merokok kretek tapi lebih memilih rokok elektrik.

Wallahu a’lam

(aGUS MULyono, Malang 12 Juli 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar