Benarkah Rokok Dapat
Merusak Kesehatan ?
Dalam acara
International Conference (Natural, Mathematic and Environmental science) hari
Sabtu/10 Oktober 2015 kemarin yang diselenggarakan di BanjarBaru Kalimantan
Selatan…, sengaja saya mensosialisasikan hasil penelitian bersama beberapa
mahasiswa selama lima tahun terakhir tentang biofilter untuk meningkatkan
kualitas asap rokok.
Dalam forum
tersebut… untuk menarik perhatian para peserta…. Sengaja saya sampaikan… bahwa
tulisan “peringatan: merokok/asap rokok dapat membunuhmu” yang ada di setiap
bungkus rokok, sangat tidak adil.
Seharusnya….
disetiap knalpot juga diberi tulisan “asap kanalpot dapat membunuhmu”. Para
penjual sate juga perlu ada tulisan… “asap sate dapat membunuhmu”. Cerobong
cerobong asap di pabrik… juga perlu diberi tulisan.. “asap cerobong dapat
membunuhmu”. Dapur di kampung kampung yang biasanya menggunakan tungku untuk
memasak… juga perlu diberi tulisan… “asap tungku dapat membunuhmu”.
Ternyata pernyataan
tersebut menimbulkan reaksi pada peserta dan membuat para peserta menjadi lebih
antusias untuk mendengarkan paparan selanjutnya.
Kemudian saya sampaikan
bahwa…. Industri rokok adalah industri yang betul-betul industri, karena dari
hulu dan hilir adalah Indonesia banget…, mulai dari bahan baku (tembakaunya),
tenaga ahli, karyawan, pabrik dllnya adalah Indonesia banget. Sementara
Industri lain biasanya tidak semua hulu sampai hilir berasal dari Indonesia.
Contoh sederhana adalah industri tempe… kedelainya adalah impor, contoh lain
industri pakaian… kapasnya impor.
Mungkin karena
industri rokok… hulu sampai hilir adalah Indonesia banget… maka banyak
kepentingan korporasi asing yang ingin menguasai untuk memutus rantai hulunya
ataupun memutus hilirnya. Sehingga Lagi-lagi agar Indonesia semakin tidak
mandiri.
Adanya PP yang
disahkan tahun 2012 lalu tentang regulasi tembakau dan produk turunannya
seperti rokok yaitu Peraturan Pemerintah no 109 tahun 2012, maka dampaknya
beberapa industri rokok telah gulung tikar. Di Malang saja dari kurang lebih 200
industri rokok…yang masih bisa eksis kurang lebih hanya tinggal 40 industri
rokok.
Dan ternyata… ketika
industri-industri rokok pribumi pada gulung tikar… maka rame-rame pihak asing
masuk untuk mengambil alih. Philip Morris telah membeli sampoerna, Japan
Tobacco membeli wismilak, Bentul juga telah dibeli oleh perusahaan asing dan
masih banyak lagi yang lain yang lagi negosiasi dengan perusahaan asing.
Bukan hanya rokok,
tapi banyak contoh yang lain. Sehingga berbagai komoditi asli Indonesia bisa
saja mati/hancur. Mungkin pemerintah sangat kurang memperhatikan hal
tersebut, kebijakan dan keseriusan
pemerintah untuk mengangkat komoditi lokal sepertinya seringkali tidak memihak.
Banyak komoditi
sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, peternakan, bahkan
komoditi hasil dari kearifan lokal (karya nenek moyang kita), seperti rokok
kretek, gula aren, minyak kelapa/kletik, tidak berkembang, kapasitas
industrinya tetap berskala lokal bahkan cenderung mengecil dan banyak yang
hancur. Produk kearifan lokal yang memberi kontribusi signifikan terhadap
perekonomian nasional , seperti rokok kretek, selalu diserang dengan isu-isu
kesehatan. Dana milyaran rupiah mengalir kebeberapa institusi di Indonesia
untuk mengkampanyekan sisi negative tentang rokok. Kalau dulu di bungkus rokok
ada tulisan rokok mengganggu kesehatan…, makaa yang sekarang ada gambar dan
tulisan bahwa rokok membunuhmu.
Industri rokok
adalah salah satu contoh…bagaimana kepentingan global, kepentingan
koorporasi-korporasi besar ingin menguasai dunia. Dengan membuat
regulasi-regulasi dan meletakkan orang-orangnya untuk kepentingan itu. Banyak
para pejabat, para anggota dewan baik sadar maupun tidak sadar menjadi
alat-alat dari kepentingan itu…agar regulasi dapat diberlakukan di negeri ini
demi kepentingan ekonomi mereka.
Kemudian saya
sampaikan hasil penelitian 5 tahun terakhir yang dilakukan bersama beberapa
mahasiswa…. dengan menggunakan berbagai bahan untuk dijadikan sebagai
biofilter. Mulai dari biofilter berbahan serbuk tembakau, serbuk kopi, serbuk
daun kelor, serbuk daun delima, serbuk biji kurma dan serbuk daun zaitun.
Hasil penelitian
yang didapat bahwa…. rokok kretek yang ada dipasaran rata rata ditemukan 7
(Tujuh) radikal bebas (radikal bebas inilah yang sebenarnya berbahaya dari
rokok menurut hasil penelitian Prof Sutiman, dan Dr. Gretha).
Setelah rokok kretek
diberi biofilter dari bahan seperti serbuk daun zaitun/serbuk kopi/serbuk tembakau/biji
kurma…. atau bahan yang sudah disebutkan tadi… ternyata dari 7 radikal bebas …
hampir semuanya dapat ditangkap/diserap…, sehingga tidak ada lagi radikal bebas
dari asap rokok kretek.
Wallahu a’lam.
(aGUS MULyono,
Banjar Baru 11 Oktober 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar