Selasa, 16 Agustus 2016

Benarkah Rokok Dapat Merusak Kesehatan ?

Benarkah Rokok Dapat Merusak Kesehatan ?

Dalam acara International Conference (Natural, Mathematic and Environmental science) hari Sabtu/10 Oktober 2015 kemarin yang diselenggarakan di BanjarBaru Kalimantan Selatan…, sengaja saya mensosialisasikan hasil penelitian bersama beberapa mahasiswa selama lima tahun terakhir tentang biofilter untuk meningkatkan kualitas asap rokok.

Dalam forum tersebut… untuk menarik perhatian para peserta…. Sengaja saya sampaikan… bahwa tulisan “peringatan: merokok/asap rokok dapat membunuhmu” yang ada di setiap bungkus rokok, sangat tidak adil.

Seharusnya…. disetiap knalpot juga diberi tulisan “asap kanalpot dapat membunuhmu”. Para penjual sate juga perlu ada tulisan… “asap sate dapat membunuhmu”. Cerobong cerobong asap di pabrik… juga perlu diberi tulisan.. “asap cerobong dapat membunuhmu”. Dapur di kampung kampung yang biasanya menggunakan tungku untuk memasak… juga perlu diberi tulisan… “asap tungku dapat membunuhmu”.

Ternyata pernyataan tersebut menimbulkan reaksi pada peserta dan membuat para peserta menjadi lebih antusias untuk mendengarkan paparan selanjutnya.

Kemudian saya sampaikan bahwa…. Industri rokok adalah industri yang betul-betul industri, karena dari hulu dan hilir adalah Indonesia banget…, mulai dari bahan baku (tembakaunya), tenaga ahli, karyawan, pabrik dllnya adalah Indonesia banget. Sementara Industri lain biasanya tidak semua hulu sampai hilir berasal dari Indonesia. Contoh sederhana adalah industri tempe… kedelainya adalah impor, contoh lain industri pakaian… kapasnya impor.

Mungkin karena industri rokok… hulu sampai hilir adalah Indonesia banget… maka banyak kepentingan korporasi asing yang ingin menguasai untuk memutus rantai hulunya ataupun memutus hilirnya. Sehingga Lagi-lagi agar Indonesia semakin tidak mandiri.

Adanya PP yang disahkan tahun 2012 lalu tentang regulasi tembakau dan produk turunannya seperti rokok yaitu Peraturan Pemerintah no 109 tahun 2012, maka dampaknya beberapa industri rokok telah gulung tikar. Di Malang saja dari kurang lebih 200 industri rokok…yang masih bisa eksis kurang lebih hanya tinggal 40 industri rokok.

Dan ternyata… ketika industri-industri rokok pribumi pada gulung tikar… maka rame-rame pihak asing masuk untuk mengambil alih. Philip Morris telah membeli sampoerna, Japan Tobacco membeli wismilak, Bentul juga telah dibeli oleh perusahaan asing dan masih banyak lagi yang lain yang lagi negosiasi dengan perusahaan asing.

Bukan hanya rokok, tapi banyak contoh yang lain. Sehingga berbagai komoditi asli Indonesia bisa saja mati/hancur. Mungkin pemerintah sangat kurang memperhatikan hal tersebut,  kebijakan dan keseriusan pemerintah untuk mengangkat komoditi lokal sepertinya seringkali tidak memihak.

Banyak komoditi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, peternakan, bahkan komoditi hasil dari kearifan lokal (karya nenek moyang kita), seperti rokok kretek, gula aren, minyak kelapa/kletik, tidak berkembang, kapasitas industrinya tetap berskala lokal bahkan cenderung mengecil dan banyak yang hancur. Produk kearifan lokal yang memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional , seperti rokok kretek, selalu diserang dengan isu-isu kesehatan. Dana milyaran rupiah mengalir kebeberapa institusi di Indonesia untuk mengkampanyekan sisi negative tentang rokok. Kalau dulu di bungkus rokok ada tulisan rokok mengganggu kesehatan…, makaa yang sekarang ada gambar dan tulisan bahwa rokok membunuhmu.

Industri rokok adalah salah satu contoh…bagaimana kepentingan global, kepentingan koorporasi-korporasi besar ingin menguasai dunia. Dengan membuat regulasi-regulasi dan meletakkan orang-orangnya untuk kepentingan itu. Banyak para pejabat, para anggota dewan baik sadar maupun tidak sadar menjadi alat-alat dari kepentingan itu…agar regulasi dapat diberlakukan di negeri ini demi kepentingan ekonomi mereka.

Kemudian saya sampaikan hasil penelitian 5 tahun terakhir yang dilakukan bersama beberapa mahasiswa…. dengan menggunakan berbagai bahan untuk dijadikan sebagai biofilter. Mulai dari biofilter berbahan serbuk tembakau, serbuk kopi, serbuk daun kelor, serbuk daun delima, serbuk biji kurma dan serbuk daun zaitun.

Hasil penelitian yang didapat bahwa…. rokok kretek yang ada dipasaran rata rata ditemukan 7 (Tujuh) radikal bebas (radikal bebas inilah yang sebenarnya berbahaya dari rokok menurut hasil penelitian Prof Sutiman, dan Dr. Gretha).

Setelah rokok kretek diberi biofilter dari bahan seperti serbuk daun zaitun/serbuk kopi/serbuk tembakau/biji kurma…. atau bahan yang sudah disebutkan tadi… ternyata dari 7 radikal bebas … hampir semuanya dapat ditangkap/diserap…, sehingga tidak ada lagi radikal bebas dari asap rokok kretek.

Wallahu a’lam.

(aGUS MULyono, Banjar Baru 11 Oktober 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar