Senin, 22 Agustus 2016

Kualitas Air Minum Dalam QIRBAH

Kualitas Air Minum Dalam QIRBAH…
Sejak membaca sebuah hadits tentang Qirbah (tempat minum terbuat dari kulit), menimbulkan rasa penasaran untuk lebih jauh lagi mempelajari Qirbah.
Bunyi hadits tersebut adalah “
Diriwayatkan dari Jabir Radliallahu ‘anhu…, Rasulullah mengunjungi sebuah rumah milik kaum Anshor bersama seorang sahabatnya dan berkata kepada pemilik rumah : “Bila engkau memiliki air di dalam qirbah ( wadah air dari kulit) yang tersisa dari semalam, berikan kepada kami untuk minum; bila tidak biarlah kami minum dari aliran airnya langsung.” (Sahih Bukhari).
Dari hadits tersebut, menunjukkan bahwa terdapat hikmah yang besar berkaitan dengan penggunaan qirbah, bahwa nabi memilih minum dari aliran airnya langsung, jika tidak ada air yang disimpan satu malam dalam qirbah.
Apa itu hikmahnya?, Bisa jadi salah satunya adalah berkaitan dengan kualitas air minum, bahwa kualitasnya air minum akan meningkat jika air berada di dalam qirbah dalam satu malam. Inilah yang menjadi ide untuk saya teliti lebih lanjut.
Ada dua mahasiswa yang akan mengerjakan penelitian ini (A.Hendri dan Makbul). Dua mahasiswa ini akan melihat kualitas air yang disimpan dalam qirbah (dengan variasi lama penyimpanan air) yang terbuat dari kulit sapi dan kulit domba. Kedua mahasiswa ini juga akan membandingkannya dengan kualitas air yang disimpan dalam botol berbahan plastik, kaca, kendi, keramik, juga berbahan bambu, batok kelapa, serta kulit buah labu dan beberapa bahan lainnya.
Mahasiswa ini akan mengukur PH, konduktivitas, kadar oksigen, jumlah bakteri tertentu (yang sebelumnya sengaja dimasukkan bakteri tertentu… dan kemudian diamati kembali pertumbuhan bakteri tersebut) dan beberapa hal lain yang berkaitan dg kualitas air. Mungkin beberapa bulan ke depan baru akan selesai… tunggu saja bagaimana hasilnya.
***
Menurut beberapa literatur ukuran standar qirbah jaman dulu bisa menampung air sekitar 38 liter. Ulama fiqih menggunakan ukuran 5 Qirbah yang setara dengan 2 Kullah air atau setara 190 liter. Ukuran 5 qirbah atau 2 kullah inilah yang menjadi batasan air yang tidak tercemari oleh najis.
Tapi untuk keperluan praktis… qirbah bisa dibuat ukuran ukuran kecil yang bisa dibawa kemana (mungkin 0,5 liter atau ukuran 1 liter… seperti dalam foto yang saya pegang).
Hikmah yang lain dari Qirbah adalah… dengan menggunakan qirbah mungkin bisa mengatasi masalah sampah plastik yang semakin menumpuk karena memang sangat sulit terurai. Dengan menggunakan qirbah (mungkin bisa awet digunakan seumur hidup), kalaupun rusak…, qirbah akan cepat terurai oleh tanah… karena dari bahan organik.
Mungkin ada jutaan domba, kambing dan sapi dipotong setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi manusia, ini berarti ada jutaan kulit yang sebagiannya bisa dibuat Qirbah yang cukup memenuhi seluruh penduduk di dunia. Dan ini juga memotivasi untuk terus mengembangkan peternakan… tidak saja untuk memenuhi kebutuhan daging tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan kulit untuk berbagai keperluan manusia. Jadi tidak akan pernah kekurangan kulit, jika terus mengembangkan dunia peternakan.
Ini juga merupakan peluang menjadi bisnis yang menarik untuk terus mengembangkan peternakan, dan juga peluang untuk memulai membuat qirbah (mumpung belum banyak persaingan).
Kalau sebelum mengenal qirbah… di dalam tas selalu ada air di dalam botol plastik kadang merek Tupperware… kadang merek lock and lock…; setelah kenal qirbah… maka di dalam tas selalu ada air dalam qirbah.

Wallahu a’lam
(aGUS MULyono, Malang 31 Januari 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar