Kualitas Air Minum Dalam
QIRBAH…
Sejak membaca sebuah hadits
tentang Qirbah (tempat minum terbuat dari kulit), menimbulkan rasa penasaran
untuk lebih jauh lagi mempelajari Qirbah.
Bunyi hadits tersebut
adalah “
Diriwayatkan dari Jabir Radliallahu ‘anhu…, Rasulullah mengunjungi sebuah rumah milik kaum Anshor bersama seorang sahabatnya dan berkata kepada pemilik rumah : “Bila engkau memiliki air di dalam qirbah ( wadah air dari kulit) yang tersisa dari semalam, berikan kepada kami untuk minum; bila tidak biarlah kami minum dari aliran airnya langsung.” (Sahih Bukhari).
Diriwayatkan dari Jabir Radliallahu ‘anhu…, Rasulullah mengunjungi sebuah rumah milik kaum Anshor bersama seorang sahabatnya dan berkata kepada pemilik rumah : “Bila engkau memiliki air di dalam qirbah ( wadah air dari kulit) yang tersisa dari semalam, berikan kepada kami untuk minum; bila tidak biarlah kami minum dari aliran airnya langsung.” (Sahih Bukhari).
Dari hadits tersebut,
menunjukkan bahwa terdapat hikmah yang besar berkaitan dengan penggunaan
qirbah, bahwa nabi memilih minum dari aliran airnya langsung, jika tidak ada
air yang disimpan satu malam dalam qirbah.
Apa itu hikmahnya?, Bisa
jadi salah satunya adalah berkaitan dengan kualitas air minum, bahwa
kualitasnya air minum akan meningkat jika air berada di dalam qirbah dalam satu
malam. Inilah yang menjadi ide untuk saya teliti lebih lanjut.
Ada dua mahasiswa yang akan
mengerjakan penelitian ini (A.Hendri dan Makbul). Dua mahasiswa ini akan
melihat kualitas air yang disimpan dalam qirbah (dengan variasi lama
penyimpanan air) yang terbuat dari kulit sapi dan kulit domba. Kedua mahasiswa
ini juga akan membandingkannya dengan kualitas air yang disimpan dalam botol
berbahan plastik, kaca, kendi, keramik, juga berbahan bambu, batok kelapa,
serta kulit buah labu dan beberapa bahan lainnya.
Mahasiswa ini akan mengukur
PH, konduktivitas, kadar oksigen, jumlah bakteri tertentu (yang sebelumnya
sengaja dimasukkan bakteri tertentu… dan kemudian diamati kembali pertumbuhan
bakteri tersebut) dan beberapa hal lain yang berkaitan dg kualitas air. Mungkin
beberapa bulan ke depan baru akan selesai… tunggu saja bagaimana hasilnya.
***
***
Menurut beberapa literatur
ukuran standar qirbah jaman dulu bisa menampung air sekitar 38 liter. Ulama
fiqih menggunakan ukuran 5 Qirbah yang setara dengan 2 Kullah air atau setara
190 liter. Ukuran 5 qirbah atau 2 kullah inilah yang menjadi batasan air yang
tidak tercemari oleh najis.
Tapi untuk keperluan
praktis… qirbah bisa dibuat ukuran ukuran kecil yang bisa dibawa kemana
(mungkin 0,5 liter atau ukuran 1 liter… seperti dalam foto yang saya pegang).
Hikmah yang lain dari
Qirbah adalah… dengan menggunakan qirbah mungkin bisa mengatasi masalah sampah
plastik yang semakin menumpuk karena memang sangat sulit terurai. Dengan
menggunakan qirbah (mungkin bisa awet digunakan seumur hidup), kalaupun rusak…,
qirbah akan cepat terurai oleh tanah… karena dari bahan organik.
Mungkin ada jutaan domba,
kambing dan sapi dipotong setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi
manusia, ini berarti ada jutaan kulit yang sebagiannya bisa dibuat Qirbah yang
cukup memenuhi seluruh penduduk di dunia. Dan ini juga memotivasi untuk terus
mengembangkan peternakan… tidak saja untuk memenuhi kebutuhan daging tetapi
juga untuk memenuhi kebutuhan kulit untuk berbagai keperluan manusia. Jadi
tidak akan pernah kekurangan kulit, jika terus mengembangkan dunia peternakan.
Ini juga merupakan peluang
menjadi bisnis yang menarik untuk terus mengembangkan peternakan, dan juga
peluang untuk memulai membuat qirbah (mumpung belum banyak persaingan).
Kalau sebelum mengenal
qirbah… di dalam tas selalu ada air di dalam botol plastik kadang merek
Tupperware… kadang merek lock and lock…; setelah kenal qirbah… maka di dalam
tas selalu ada air dalam qirbah.
Wallahu
a’lam
(aGUS MULyono, Malang 31 Januari 2016)
(aGUS MULyono, Malang 31 Januari 2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar